INOVASI SOSIAL BERBASIS COMMUNIPRENEUR MEMBANGUN KOLABORASI KOMUNITAS WISATA DAN UMKM DI DESA SUKAJADI, PANTAI CARITA, BANTEN
Published 2025-12-02
Keywords
- Communipreuneur,
- Komunitas Wisata,
- Desa Wisata
Copyright (c) 2025 Surti Wardani, Ahmad Dimyati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract
Desa Sukajadi yang terletak di kawasan wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal. Keindahan alam pantai, kearifan lokal masyarakat, serta keberadaan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menjadi aset penting yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kapasitas manajerial, strategi komunikasi bisnis, dan kolaborasi antar pelaku ekonomi lokal. Sebagian besar pelaku UMKM di Sukajadi masih bergerak secara individual dan tradisional, belum terintegrasi dengan ekosistem wisata di sekitar Pantai Carita. Padahal, penguatan jejaring kolaboratif antara komunitas wisata dan UMKM dapat menjadi kunci dalam menciptakan keberlanjutan ekonomi lokal. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan strategi komunikasi yang efektif masih terbatas, sehingga potensi promosi dan pemasaran produk lokal belum maksimal. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan baru yang tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga membangun nilai sosial dan kolaboratif antar anggota masyarakat. Pendekatan communipreneur, gabungan antara community dan entrepreneur, menjadi relevan untuk diterapkan. Communipreneurship menekankan semangat kewirausahaan berbasis komunitas, di mana anggota masyarakat saling berkolaborasi untuk mengelola potensi lokal dengan nilai kebersamaan, gotong-royong, dan inovasi sosial.
Beberapa permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Desa Sukajadi antara lain: Keterbatasan kapasitas komunikasi bisnis dan manajemen usaha di kalangan pelaku UMKM dan komunitas wisata. Banyak pelaku usaha belum memahami pentingnya strategi komunikasi yang efektif untuk membangun citra dan menarik pasar wisatawan. Kurangnya kolaborasi antara komunitas wisata dan UMKM lokal. Masing- masing kelompok masih beroperasi secara terpisah, sehingga potensi sinergi ekonomi dan sosial belum terwujud secara optimal. Minimnya pemanfaatan media digital dan branding lokal. Produk dan destinasi wisata Desa Sukajadi belum memiliki identitas merek (brand identity) yang kuat, sehingga belum mampu bersaing di pasar wisata regional. Belum adanya wadah bersama atau forum komunikasi yang menghubungkan seluruh pelaku lokal seperti pemilik homestay, pedagang, pengrajin, dan pengelola wisata pantai dalam satu ekosistem yang terarah.